Tampilkan postingan dengan label Tafsir Mufradat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tafsir Mufradat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Maret 2015

BERDZIKIR DAN BERSYUKUR KEPADA ALLAH

0 komentar
BERDZIKIR DAN BERSYUKUR KEPADA ALLAH

 فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ 

Maka igatlah kepada Ku, niscaya Aku akan ingat kepadamu ,Bersyukurlah kepada    Ku  ,Dan janganlah kamu  ingkar kepada Ku “. ( QS. Al Baqarah : 152)

Dijelaskan dalam tafsir As-Sa’di karangan Syaikh Abdurrahman  bin Nashir as-Sa’di bahwa: Fadzkuruunii adzkurkum (Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu) Allah memerintahkan kepada hamba-Nya untuk mengingat-Nya, dan menjanjikan baginya sebaik-baik balasan  yaitu bahwa Allah akan mengingatnya pula
Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
 Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (HR. al-Bukhari no. 6970 dan Muslim no. 2675).

Dzikir kepada Allah yang paling istimewa adalah dzikir yang dilakukan dengan hati dan lisan yaitu dzikir yang menumbuhkan ma’rifat kepada Allah, kecintaan kepada Nya dan menghasilkan ganjaran yang banyak dari–Nya. Dzikir adalah puncaknya rasa syukur, oleh karena itu Allah memerintahkan hal itu secara khusus, kemudian memerintahkan untuk bersyukur secara umum seraya berfirman: Wasykuruuli (Dan bersyukurlah kepada Ku). Maksudnya bersyukurlah terhadap apa yang kami nikmatkan kepada kalian, dan Aku jauhkan kalian dari berbagai macam kesulitan.
Syukur itu dapat dilakukan dengan hati berupa pengakuan atas kenikmatan yang didapatkan, dan dengan lisan berupa dzikir dan pujian , serta dengan anggota badan berupa ketaatan kepada Allah serta kepatuhan terhadap perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Syukur itu menyebabkan kelanggengan nikmat yang telah didapatkan dan menambah kenikmatan yang belum didapatkan.

Dengan adanya perintah bersyukur setelah kenikmatan agama seperti ilmu dan penyucian akhlak serta taufik kepada pengamalan merupakan penjelasan bahwa hal itu adalah sebesar-besarnya kenikmatan, bahkan ia adalah kenikmatan yang sebenarnya yang akan selalu eksis bila yang lain lenyap.
Oleh karena itu, sudah sepantasnya bagi orang yang diberikan taufik kepada ilmu dan amal agar bersyukur kepada Allah atas semua itu, agar Allah menambahkan nikmat-Nya dan menghindarkan dirinya dari rasa bangga diri, sehinga ia senantiasa dalam kesyukuran kepada Allah.

Adapun kebalikan dari rasa syukur adalah kufur (pengingkaran). Olek karena itu Allah melarang pengingkaran tersebut dalam firman-Nya : Wa laa takfuruun (dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku)

   Maksud dari pengingkaran di sini adalah lawan dari syukur yaitu ingkar terhadap kenikmatan yang diberikan, menampiknya serta tidak bersyukur kapada-Nya.
Akhirnya, inti kandungan QS. Al Baqarah : 152 tersebut meliputi
· Perintah untuk mengingat Allah melalui dzikir
· Perintah untuk mensyukuri nikmat Allah
· Larangan kufur nikmat
Pejelasnya sbb:
Pertama, Dzikir. Dzikir merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah yaitu dengan mengingat Allah dalam keadaan apapun.
Dzikir dapat dilakukan dengan lisan seperti mengucapkan kalimah-kalimah thayyibah, membaca Dzikir pagi dan petang setiap harinya, Membaca Al Qur’an, minimal setelah shalat, dan dzikir-dziki lain yang telah dicontohkan oleh Raswulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam untuk diamalkan.
Dzikir juga dapat dilakukan dengan melakukan ketaatan-ketaatan dengan anggota badan, seperti shalat, baik shalat fardlu yang lima, maupun shalat-shalat sunah seperti, shalat rawatib, tahajud, shalat witir dan juga shalat dluha.
Kedua, Syukur. Apabila kita mendapakan kenikmatan-kenikmatan dari Allah maka kita harus:
¨ Mengakui dalam hati bahwa seluruh nikmat yang diterima datang hanya dari Allah
¨ Mengucapkan tahmid
(Alhandulillah) dari lisan
¨ Berterimakasih kepada orang yang menjadi lantaran datangnya nikmat
¨ Menggunakan nikmat yang telah diberikan untuk menegakkan ketaatan kepada Allah
¨ Menampakkan bekas (atsar) nikmat yang telah diberikan.
Adapun contoh kesyukuran atas nikmat yang diterima adalah sebagai berikut:
Ketika mendapatkan nikmat yang berupa kesehatan, maka cara mensyukurinya menggunakan nikmat tersebut dengan sebaik-baiknya untuk menjalankan ketaatan kepada Allah, mencari rizki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, untuk menuntut ilmu dan menghindarkan diri dari perbuatan yang dilarang Allah.
Ketika mendapatkan nikmat yang berupa harta benda, maka cara mensyukurinya mengguakan harta tersebut dengan sebaik-baiknya unuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang bermanfaat, berinfak, bersedekah, menunaikan zakat, menjalankan ibadah haji ke baitullah jika mampu.Wallahu Ta’ala A’lam. Red(I)





Read More ->>

Kamis, 13 November 2014

CINTA DAN KASIH SAYANG DALAM RUMAH TANGGA (1)

0 komentar
CINTA DAN KASIH SAYANG DALAM RUMAH TANGGA (1)

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ [الروم : 21]

Dan di antara tanda-tanda (kekuasaan)-Nya ialah Dia menciptakan pasang-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh  pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda(kebsaran Allah) bagi kaum yang berfikir. (ar-Ruum [30]: 21)

قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ قَتَلُوا أَوْلَادَهُمْ سَفَهًا بِغَيْرِ عِلْمٍ وَحَرَّمُوا مَا رَزَقَهُمُ اللَّهُ افْتِرَاءً عَلَى اللَّهِ قَدْ ضَلُّوا وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ [الأنعام : 140]

Sungguh rugi mereka  yang membunuh anak-anaknya, karena kebodohan tanpa pengetahuan dan mengharamkan rizki yang dikaruniakan Allah dengan semata-mata membuat kebohongan terhadap Allah. Sungguh mereka telah sesat dan tidak mendapat petunjuk.(al-An’aam [6]:140)

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ [لقمان : 13]

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika ia memberi pelajaran kepadanya: "Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar". (Luqman [31]: 13)

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ  [لقمان : 14]

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang tuanya; ibunya telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah lemah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang tuamu, hanya kepada Aku kembalimu. (Luqman [31]: 14)

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا [النساء : 36]

Dan sSembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orangtuamu, kerabat dekat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat, tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, (an-Nisa’ [4]: 36)

Tafsir Mufrodat:

Untuk mempermudah ayat-ayat tersebut di atas,maka perlu dijelaskan dengan singkat makna kata-kata yang memperlukan penjelasan:

1.    Litaskunuu: bentuk mudlarik (yang menunjukkan waktu sekarang) berasal dari kata sakana, bentuk madli (yang menunjuk waktu lampau), bentuk masdarnya sakiinah (ketenangan). Kata tersebut dengan berbagai derivasinya diulang sebanyak 69 kali, dengan makna yang berbedea-beda sesuai dengan konteksnya.

2.    Mawaddah: bentuk masdar, berasal dari kata wadda-yawaddu-wuddan-mawaddah, yang berarti ahabba (mencintai). Dalam al-Qur’an kata tersebut dengan berbagai derivasinya diulang sebanyak 29 kali, dengan makna yang berbedea-beda sesuai dengan konteksnya.

3.    Rahmah: bentu masdar, berasal dari kata rahima,-yarhamu, yang berarti raqqa (menyayangi, lemah lembut). Kata tersebut dengan berbagai derivasinya diulang sebanyak 142 kali, dengan makna yang berbedea-beda sesuai dengan konteksnya.

4.    Fishaal: bentuk masdar, berasal dari kata: fashola-yafshilu-fashlan-fisholan, yang berarti: faraqa (memisahkan, memutuskan, merinci, menyapih, keluar). Semua pengertian ini terdapat dalam al-Qur’an sebanyak 43 kali denga makna yang berbeda-beda sesuai dengan konteksnya, kata ini terdapat dalam surah al-Baqarah: 233 dengan arti menyapih, demikian pula dalam surah Luqman ayat 14.

Dinamakan menyapih, karena anak bayi itu berhenti dari minum air susu ibu dan berganti dengan makan-makanan lainnya.
Read More ->>

Recent Comments

HADIRILAH KAJIAN RUTIN

1. Pengajian Pagi Ahad ke-1 dan ke-5 di Balai Dakwah Muhammadiyah Kaliwungu, Jln. Sekopek-Plantaran no.12, Kaliwungu, Kendal.

2. Pengajian Pagi Ahad ke 2 di PAY Putri Hj Rumiatun, Sarirejo, Kaliwungu(Belakang Koramil Kaliwungu).

3. Pengajian Pagi Ahad ke-3 di PAY Hj Siti Rohmah, Kumpulrejo, Kaliwungu.

4. Pengajian Pagi Ahad ke 4 di Ponpes Al Manar Sawah jati Krajan kulon, Kaliwungu.

Pengajian dimulai pukul 06.00-07.00

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ :

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ

رَوَاهُ مُسْلِم عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Barang siapa menumpuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.(HR. Muslim dari Abu Hurairah)

 

| MDM (Mimbar Dakwah Muhammadiyah) Kaliwungu © 2009. All Rights Reserved | Template Style by My Blogger Tricks .com | Design by Brian Gardner | Back To Top |