Rabu, 22 Oktober 2014

Butir-butir Keteladanan Nabi Ibrahim As.

0 komentar

Butir-butir Keteladanan Nabi Ibrahim As.


 Bismilahirohmanirohim

Ingatlah ketika Ibrahim diuji oleh Tuhannya  dengan beberapa kalimat. Lalu Ibrahim benar-benar  menunaikan semuanya dengan sempurna. Tuhan  berfirman, “ akan Kujadikan engkau IMAM bagi manusia “. Ibrahim bermohon , Anak cucuku mohon juga dijadikan Imam. Allah berfirman, “Janji-Ku ini tidak berlaku bagi orang yang zalim”.  (QS; 2; 124)

  Setiap kali datang hari raya idhul adha, kita selalu teringat kepada dua hamba Allah yang istimewa yang telah ditetapkan Allah secara eksplisit atau jelas sebagai uswatun khasanah atau teladan yang baik bagi manusia khususnya umat islam. Kedua manusia teladan itu adalah Nabi Muhammad saw dan Nabi Ibrahim as. Status keteladanan Nabi Muhammad saw dapat kita ketahui dari  Firman Allah, yang artinya :”Sungguh terdapat teladan yang baik di dalam diri Rasulullah (yaitu) bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan hari akhir, serta banyak mengingat Allah (QS; 33:21)
  Sementara itu status keteladanan Nabi Ibrahim as, dapat kita lihat dari Firman  Allah berikut ini :”Sungguh  terdapat teladan yang baik bagi kamu sekalian di dalam diri Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya. Ketika mereka berkata kepada kaumnya “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu sekalian dan dari sesuatu yang kalian sembah selain Alllah. Kami ingkari kamu sekalian dan telah nyata permusuhan dan kebencian diantara kami dan kamu sekalian  untuk selamanya sehingga  kamu sekalian beriman kepada Allah se mata-mata , ..” (QS; 60: 4)

 Nabi Ibrahim  dikenal memiliki sifat hanif (lurus), muslim (menyerahkan segenap hidupnya kepada Allah) dan ikhlas  (memurnikan niat semata-mata karena Allah)  sebagaimana termaktub dalam Q.S. Ali Imron : 67  “ Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani tetapi ia seorang yang lurus , muslim dan tidak termasuk orang yang musrik”. Di samping itu beliau adalah seorang nabi yang shidiq  (orang yang selalu jujur atu membenarkan), sebagaimana terbaca dalam Qur’an Surat Maryam ayat 41, “…...sesungguhnya ia seorang yang mencintai kebenaran dan seorang nabi”. Beliau seorang yang berhati lembut, penyantun dan suka kembali kepada  Allah swt, sebagaimana terabadikan dalam Q.S At Taubah :114, Q.S. Hud : 75.

Wasiat dan do’a nabi Ibrahim as.:

Q.S. Al.Baqoroh : 132 : “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ke Islam an itu kepada anak-anaknya demikian pula Yakub, (Ibrahim berkata): Hai anak-anakku, sesungguhnya  Allah telah memilih agama islam untuk kamu, maka janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan muslim”.

Q.S.  Al Baqoroh : 128 : “Ya Tuhan kami jadikanlah kami berdua orang yang muslim (menyerahkan segenap hidupnya ) kepada Mu, dan jadikanlah  diantara anak cucu kami umat yang muslim  kepada Mu”.

Q.S. Ibrahim:40 :  “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang menegakan sholat .Ya Tuhan kami perkenankanlah do’a ku”


Wallohualam bi sawab.
Read More ->>

PEMBINAAN KELUARGA DAN PEMELIHARAANNYA (2)

0 komentar
Pembinaan Keluarga dan Pemeliharaannya (2)


قَالَ رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنْ بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا ﴿۴﴾ وَإِنِّي خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَرَائِي وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا ﴿۵﴾ يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنْ آلِ يَعْقُوبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا ﴿۶﴾

Ia berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah beruban dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahkanlah aku dari sisi Engkau seorang putra, yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya'qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai”.(Maryam (19): 4-6)


يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا [النساء : ۱]

Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah silaturrahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (an-Nisa’(04): 1)


يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ [الحجرات : ۱۳]

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (al-Hujurat(49):13)


وَإِنْ أَرَدْتُمُ اسْتِبْدَالَ زَوْجٍ مَكَانَ زَوْجٍ وَآتَيْتُمْ إِحْدَاهُنَّ قِنْطَارًا فَلَا تَأْخُذُوا مِنْهُ شَيْئًا أَتَأْخُذُونَهُ بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا (20) وَكَيْفَ تَأْخُذُونَهُ وَقَدْ أَفْضَى بَعْضُكُمْ إِلَى بَعْضٍ وَأَخَذْنَ مِنْكُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا  [النساء : ۲ ، ۲۱]

Dan jika kamu ingin mengganti isterimu dengan isteri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu minta, mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan menanggung dosa yang nyata. Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-isteri. Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat. (an-Nisa’(04): 20-21)


Tafsir Mufrodat : Anfus
4.      Dalam surah at-Taubah (09): 128, Allah berfirman:

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ [التوبة : ۱۲۸]

Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.(at-Taubah(09):128)
Pada ayat tersebut kata anfus berarti: kaum

5.      Dalam surat Yusuf (12): 53, Allah berfirman:

وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ [يوسف : ۵۳]

Dan aku tidak membebaskan diriku dari kesalahan, karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh untuk berbuat jahat, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.(Yusuf(12): 53)
Pada ayat tersebut nafs berarti: memiliki keinginan yang sangat kuat.

6.      Dalam surah al-Isra’ (17): 25, Allah berfirman:

رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا فِي نُفُوسِكُمْ إِنْ تَكُونُوا صَالِحِينَ فَإِنَّهُ كَانَ لِلْأَوَّابِينَ غَفُورًا [الإسراء : ۲۵]

Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat. (al-Israa’(17): 25)
Pada ayat tersebut nafs berarti: hati.


Jika dikaitkan dengan pembicaraan tentang manusia, maka kata nafs secara umum mengandung arti potensi yang ada dalam diri manusia, baik potensi yang baik, maupun yang buruk. Potensi inilah yang oleh al-Qur’an diperintahkan untuk diperhatikan.


Ust. Asyiqien Humam
Read More ->>

Selasa, 14 Oktober 2014

PEMBINAAN KELUARGA DAN PEMELIHARAANNYA (1)

0 komentar
PEMBINAAN KELUARGA DAN PEMELIHARAANNYA (1)
وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَنِينَ وَحَفَدَةً وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ أَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَتِ اللَّهِ هُمْ يَكْفُرُونَ

Allah menjadikan istri-istri dari jenis kamu sendiri,dan menjadikan bagi kamu dari istri-istri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberim rizki dari yang  baik-baik. Maka mengapalah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah. (an-Nahl (16): 72)

 وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي 
ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagai kaum yang berfikir (ar-Rum (30): 21)

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Dan orang-orang yang berkata: Ya Tuhan kami anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang taqwa (al-Furqan (25): 74)

Tafsir Mufrodat:

Anfus : bentuk jamak dari kata nafs yang berarti: ruh, nyawa, tubuh, diri seseorang. Kata nafs berasal dari kosa kata nafisa yang berarti: melahirkan, mengeluarkan, menghilangkan. Kemudian arti kata tersebut berkembang sehingga mempunyai ciri yang bervariasi sesuai dengan konteksnya.
Dalam al-Qur’an kata tersebut dengan berbagai derivasinya di ulang sebanyak 313 kali dengan arti yang berbeda-beda yang tersebar di berbagai surat/ayat. Misalnya:

1. Dalam surah Ali Imran

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلًا


Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditenukan waktunya . . . (Ali Imron (03): 145)
Pada ayat tersebut, kata nafs berarti: nyawa


2. Dalam surah al-Maidah

مِنْ أَجْلِ ذَلِكَ كَتَبْنَا عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا

Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil bahwa, barang siapa yang membunuh seorang manusia bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena kerusakan di muka bumi, maka se-akan-akan telah membunuh manusia seluruhnya . . . (al-Maidah (05): 32)
Pada ayat tersebut, kata nafs berarti diri seseorang


3.  Dalam surah al-An’am

قُلْ لِمَنْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلْ لِلَّهِ كَتَبَ عَلَى نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ

Katakanlah: Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi? Katakanlah: kepunyaan Allah. Dia telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang . . . (al-An’am (6): 12).

Bersambung . . .

Asyiqien Humam





Read More ->>

BEBERAPA KEPUTUSAN MUSYWIL MAJELIS TARJIH DAN TAJDID JAWA TENGAH KE-6 3-4 DZULHIJJAH 1435 H/27-28 SEPTEMBER 2014 DI PONDOK DARUL ARQOM PATEAN, KENDAL

0 komentar
BEBERAPA KEPUTUSAN
MUSYWIL MAJELIS TARJIH DAN TAJDID JAWA TENGAH  KE-6
3-4 DZULHIJJAH 1435 H/27-28 SEPTEMBER 2014
 DI PONDOK DARUL ARQOM PATEAN, KENDAL

Pada tanggal 3-4 Dzulhijjah 1435 H, bertepatan denngan tanggal 27-28 September 2014, Majelis Tarjih dan Tajdid, Pimpinan Wilayah Jawa Tengah, mengadakan Musyawarah wilayah ke-6. Musyawarah ini dilaksanakan di Pondok Darul Arqam Patean, Sukorejo, Kendal. Musyawarah ini dihadiri Pimpinan-pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Provinsi Jawa Tengah. Musyawarah ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan-permasalahan yang ada pada warga Muhammadiyah di daerah-daerah pada umumnya dan masyarakat Muslim pada umumnya. Adapun beberapa permasalahan yang telah disimpulkan dan telah ditetapkan pada Musywil tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :
Read More ->>

SALAM REDAKSI

0 komentar
Assalamu'alaikum Warahmatullah Wa Barakatuh

Bismillah, wal hamdu lillah wash-shalatu was-salamu 'ala Rasulillah.
Alhamdulillah, MDM (Media Dakwah Muhammadiyah) Kaliwungu telah hadir ke depan pembaca semua dalam duni maya ini. Ini semua merupakan kenikmatan dari Allah Ta'alakepada MDM sebagai sarana dakwah amar ma'ruf nahi mungkar menuju masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Selain itu MDM juga menjadi media komunikasi warga Muhammadiyah PCM Kaliwungu.

Di sini MDM juga berusaha memberikan kajian-kajian keIslaman sesuai al-Qur'an dan as Sunnah, sebagai pegangan hidup setiap Muslim.

Dalam penerbitan MDM di dunia maya ini tentunya masih banyak kekurangan, oleh karena itu kami selalu menerimakritik dan saran yang membangun. Kami juga memohon doa dan dukungan pembaca semua agar MDM ini bisa terus dapat menyebarkan materi-materi dakwah keislaman amar ma'ruf nahi mungkar sesuai al-qur'an dan as-Sunnah.

Terima kasih atas partisipasi pembaca semua. Semoga amalan-amalan kita diterima oleh Allah Ta'alam. alhamdulillah, bini'matihi tatimmush-shalihat.

Wassalamu'alaikum Warahmatullah wa Barakatuh.
Read More ->>

Recent Comments

HADIRILAH KAJIAN RUTIN

1. Pengajian Pagi Ahad ke-1 dan ke-5 di Balai Dakwah Muhammadiyah Kaliwungu, Jln. Sekopek-Plantaran no.12, Kaliwungu, Kendal.

2. Pengajian Pagi Ahad ke 2 di PAY Putri Hj Rumiatun, Sarirejo, Kaliwungu(Belakang Koramil Kaliwungu).

3. Pengajian Pagi Ahad ke-3 di PAY Hj Siti Rohmah, Kumpulrejo, Kaliwungu.

4. Pengajian Pagi Ahad ke 4 di Ponpes Al Manar Sawah jati Krajan kulon, Kaliwungu.

Pengajian dimulai pukul 06.00-07.00

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ :

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ

رَوَاهُ مُسْلِم عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Barang siapa menumpuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.(HR. Muslim dari Abu Hurairah)

 

| MDM (Mimbar Dakwah Muhammadiyah) Kaliwungu © 2009. All Rights Reserved | Template Style by My Blogger Tricks .com | Design by Brian Gardner | Back To Top |